PROBOLINGGO – Perayaan satu tahun kepemimpinan Wali Kota Dokter Aminuddin dan Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari menjadi momentum krusial bagi Pemerintah Kota Probolinggo. Melalui peluncuran jenama kota (City Branding) “Probolinggo Kota Bersolek”, pemerintah tidak hanya memperkenalkan identitas baru, tetapi juga memaparkan deretan capaian konkret yang telah menyentuh berbagai sendi kehidupan masyarakat.
Bagi Dokter Aminuddin, kepercayaan publik adalah mandat yang harus dijawab dengan hasil nyata. Sejak awal menjabat, ia melakukan gebrakan dengan mengubah pola birokrasi; salah satunya melalui kebijakan berkantor di kelurahan-kelurahan untuk menyerap aspirasi warga secara langsung tanpa sekat administratif.
Kerja keras ini membuahkan hasil berupa 53 penghargaan di tingkat regional maupun nasional dalam setahun terakhir. Salah satu yang paling prestisius adalah keberhasilan Kota Probolinggo menembus 34 besar nasional dalam penilaian Kinerja Pengelolaan Sampah dari Kementerian LHK.
"Dari ratusan kabupaten/kota yang diseleksi ketat tanpa pemberitahuan, kita membuktikan bahwa pengelolaan kebersihan kita adalah kerja nyata, bukan rekayasa," tegas Wali Kota Amin.
Di sektor kesehatan, inovasi teknologi menjadi kunci. Penggunaan jam tangan pintar (smartwatch) untuk memantau kondisi vital ibu hamil secara real-time terbukti efektif menekan angka kematian ibu (AKI) secara drastis, dari lebih delapan kasus menjadi hanya dua kasus pada tahun 2025. Keberhasilan ini, ditambah dengan penurunan pencemaran mikroplastik hingga 50%, mengantarkan Probolinggo meraih predikat Kota Sehat pada akhir tahun lalu.
Ekonomi Kota Probolinggo pun menunjukkan taji dengan pertumbuhan mencapai 5,85% pada tahun 2025—salah satu yang tertinggi di Jawa Timur. Menariknya, pertumbuhan ini dibarengi dengan penurunan angka ketimpangan (Gini Ratio) ke angka 0,33, yang menunjukkan distribusi kesejahteraan yang kian merata.
Strategi menjadikan Probolinggo sebagai kota transit dan gerbang wisata Bromo diperkuat dengan:
• 340 gelaran acara (events) sepanjang tahun 2025 untuk memutar roda ekonomi lokal.
• Hadirnya layanan kereta komuter untuk memperkuat konektivitas antarwilayah.
• Pembentukan Perseroda berbasis maritim untuk mengoptimalkan potensi kepelabuhanan.
Menatap tahun 2026, pemerintah mematok target Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di atas angka 80. Langkah strategis yang diambil meliputi penuntasan Anak Putus Sekolah (APS) melalui program pendidikan kesetaraan (Paket A, B, dan C) serta pemberian beasiswa bagi lulusan SMA agar lebih siap memasuki dunia kerja atau melanjutkan studi.
Sebagai penutup rangkaian evaluasi satu tahun ini, Pemerintah Kota juga memberikan apresiasi kepada unit kerja dengan performa terbaik tahun 2025:
• Kategori Dinas: Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP).
• Kategori Kecamatan: Kecamatan Wonoasih.
• Kategori Kelurahan: Kelurahan Sukabumi, Kelurahan Wiroborang, dan Kelurahan Triwung Lor.
“Probolinggo Kota Bersolek bukan sekadar kata-kata, melainkan gerakan kolektif untuk menghadirkan investasi, membuka lapangan kerja, dan mendorong kemandirian ekonomi yang berkelanjutan,” pungkas Dokter Aminuddin. (Red)

Social Header