Breaking News

Proyek Jembatan Buk Wedi Dimulai 6 April, Jalur Pantura Kota Pasuruan Ditutup Total

PASURUAN – Akses utama di jalur Pantai Utara (Pantura) Kota Pasuruan, tepatnya di Jalan Ir. H. Juanda, akan ditutup total bagi seluruh kendaraan mulai 6 April 2026 mendatang. Kebijakan ini menyusul dimulainya proyek pengerjaan fisik Jembatan Buk Wedi sebagai langkah strategis pemerintah dalam menanggulangi masalah banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.

Penutupan ruas jalan ini dilakukan untuk memberikan ruang bagi mobilisasi alat berat serta menjaga aspek keamanan selama konstruksi berlangsung. Perwakilan Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Jembatan Nasional (PJN) Wilayah 3 Jawa Timur, Deni, mengonfirmasi bahwa sterilisasi area proyek bersifat mutlak demi kelancaran pembangunan.

"Akses di Jembatan Buk Wedi akan ditutup sepenuhnya. Kami telah menyusun skema pengalihan arus guna meminimalisir risiko bagi pengguna jalan di sekitar lokasi proyek," ungkap Deni dalam keterangan resminya, Rabu (01/04).

Guna mengantisipasi kemacetan panjang, Satlantas Polres Pasuruan Kota bersama instansi terkait telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang disepakati dalam rapat koordinasi di Kantor PT Jasa Marga Gempol-Pasuruan. 

Adapun rute alternatif yang disediakan bagi pengendara adalah sebagai berikut:

• Kendaraan Berat (Surabaya menuju Probolinggo): Diarahkan langsung masuk ke Jalur Lingkar Selatan (JLS) melalui Pertigaan Gadingrejo.
• Kendaraan Pribadi & Roda Dua (Dari Arah Barat): Dapat melintasi area kota, kemudian diarahkan menuju JLS melalui jalur Jalan Balai Kota.
• Kendaraan dari Arah Timur (Probolinggo): Seluruh kendaraan akan dialihkan menuju JLS melalui Simpang Tiga Blandongan.

Kasat Lantas Polres Pasuruan Kota, AKP Amrullah Setiawan, menekankan pentingnya kepatuhan pengendara terhadap rambu-rambu petunjuk yang telah dipasang di titik-titik strategis. 

"Kami menyiagakan personel di lapangan untuk membantu mengarahkan arus. Khusus kendaraan roda empat ke atas, kami sangat menyarankan untuk menggunakan jalur tol guna menghindari kepadatan di jalur arteri," tutur AKP Amrullah.

Pembangunan ulang Jembatan Buk Wedi ini bukan tanpa alasan. Kawasan ini merupakan titik krusial yang sering tergenang air saat debit sungai meningkat. Dengan struktur jembatan yang baru, diharapkan sistem drainase dan aliran sungai menjadi lebih lancar, sehingga mobilitas masyarakat di masa depan tidak lagi terganggu oleh banjir tahunan.

Masyarakat diimbau untuk merencanakan waktu perjalanan lebih awal dan selalu mengikuti instruksi petugas selama masa pengerjaan proyek berlangsung. (Red)
© Copyright 2022 - Berita Ne