PASURUAN – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Pasuruan menghadirkan nuansa berbeda dalam memperingati Hari Kartini tahun ini. Melalui perhelatan bertajuk "Spirit of Kartini", sebuah prosesi Ruwatan Budaya digelar di kawasan wisata alam Pemandian Banyubiru, Desa Sumberrejo, Winongan, Minggu (12/4).
Acara ini berhasil memadukan penghormatan terhadap perjuangan perempuan dengan pelestarian tradisi Jawa, yang disambut antusias oleh ratusan pengunjung sejak pagi hari.
Suasana magis Banyubiru kian kental dengan alunan gamelan yang menyambut kehadiran para tamu dari unsur Forkopimcam dan jajaran pemerintahan. Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Sigit Afendy, menjelaskan bahwa pemilihan ritual ruwatan memiliki makna filosofis yang dalam.
"Ruwatan adalah simbol pembersihan diri dan niat. Kami ingin menjadikan momentum ini untuk menyucikan semangat dalam meneladani perjuangan R.A. Kartini. Harapannya, generasi muda perempuan terus berani berkarya tanpa melupakan akar budaya," jelas Sigit.
Dukungan serupa datang dari pihak Kecamatan Winongan dan Pemerintah Desa Sumberrejo. Selain menekankan pentingnya kesetaraan gender, kegiatan ini dinilai sangat efektif dalam mendongkrak popularitas Banyubiru sebagai destinasi wisata budaya unggulan.
Puncak acara ditandai dengan prosesi ruwatan menggunakan gunungan tumpeng berisi hasil bumi seperti buah dan sayuran. Tumpeng ini merupakan simbol rasa syukur atas kesuburan dan kesejahteraan masyarakat, yang kemudian dibagikan secara meriah kepada para pengunjung.
Keceriaan warga semakin bertambah dengan serangkaian agenda pendukung:
• Lomba Busana Kartini: Diikuti puluhan anak dan warga lokal yang tampil anggun mengenakan kebaya dan pakaian adat Jawa.
• Pembagian Doorprize: Panitia membagikan ratusan hadiah melalui sistem kupon bagi pengunjung yang beruntung.
• Panggung Hiburan: Penampilan artis lokal hingga nasional menutup rangkaian acara dengan penuh sukacita hingga sore hari.
Melalui peringatan ini, Pemkab Pasuruan berharap sosok Kartini tidak hanya dikenang sebagai simbol sejarah, tetapi juga sebagai inspirasi bagi perempuan untuk aktif dalam pembangunan dan pelestarian seni budaya.
Dengan suksesnya acara ini, Banyubiru diharapkan semakin kokoh posisinya sebagai destinasi wisata yang menawarkan harmoni antara keindahan alam dan kekayaan tradisi lokal di Kabupaten Pasuruan. (Red)

Social Header