Breaking News

Sikapi Isu 1.793 Anak Putus Sekolah, Fraksi PDI Perjuangan Kota Pasuruan Siap Dorong Kebijakan Strategis

PASURUAN – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pasuruan menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mengawal isu-isu kerakyatan. Hal ini mengemuka dalam agenda silaturahmi dan buka puasa bersama yang diinisiasi oleh media SuaraRakyat62.com di Cafe Belik, Selasa (17/03/2026).

Pertemuan strategis ini mempertemukan unsur legislatif, insan pers, dan aktivis NGO Pasuruan Raya untuk membedah berbagai persoalan sosial yang tengah berkembang di tengah masyarakat Kota Pasuruan.

Salah satu poin krusial yang memicu diskusi mendalam adalah data mengenai 1.793 anak di Kota Pasuruan yang tidak bersekolah atau putus sekolah. Isu yang dilempar oleh Ketua Aliansi Jurnalis Pasuruan, H. Sugeng Samiaji, ini langsung direspons serius oleh jajaran Fraksi PDI Perjuangan.

Ketua DPC PDI Perjuangan sekaligus anggota legislatif Kota Pasuruan, Mahfud Husairi, ST, menyatakan bahwa pihaknya akan menggunakan fungsi pengawasan dan penganggaran di DPRD untuk menuntaskan problem tersebut.

"Persoalan pendidikan ini adalah prioritas. Fraksi PDI Perjuangan siap mendorong kebijakan yang lebih responsif agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret. Tidak boleh ada anak di Kota Pasuruan yang kehilangan akses pendidikan," tegas Mahfud Husairi yang hadir didampingi jajaran pengurus partai.

Direksi SuaraRakyat62.com, Bung Jibon, menambahkan bahwa forum ini bertujuan menyatukan perspektif antara pembuat kebijakan dan pengawal isu publik. Menurutnya, media memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan aspirasi masyarakat mendapatkan perhatian yang layak dari pemerintah.

"Forum ini adalah ruang kolaborasi. Media bukan hanya pelapor, tapi juga pengawal kebijakan agar setiap persoalan sosial, seperti anak putus sekolah, mendapatkan solusi nyata," jelas Bung Jibon.

Kegiatan yang berlangsung hangat ini diakhiri dengan buka puasa bersama dan pembagian paket sembako sebagai wujud kepedulian sosial di bulan suci Ramadan. Sinergi antara legislatif, media, dan NGO ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan untuk mewujudkan Kota Pasuruan yang lebih inklusif dan berkeadilan. (Red)
© Copyright 2022 - Berita Ne